• SMA NEGERI 36 JAKARTA
  • Ekskusi Zero Problem

Profil

SEJARAH SMA NEGERI 36 JAKARTA

 

SMA Negeri 36 Jakarta sebagai lembaga pendidikan menengah tingkat atas pertama kali didirikan pada 2 Januari 1975 yang asalnya berawal dari nama SMA Negeri XXX Filial Jakarta (baca: SMA Negeri 30 Filial Jakarta) dan merupakan cabang dari SMA Negeri 30 Rawasari Jakarta Pusat sebagai induknya. Sarana gedung pendidikan yang dipakai adalah gedung milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan sumbangan tanah dari Departemen Perhubungan. Gedung yang ditempati terbagi dua yaitu terdiri dari gedung di bagian Utara untuk SMA XXX Filial (SMAN 36) dan gedung di bagian Selatan ditempati oleh SMP Negeri 92 Jakarta yang saling berdekatan.

Dengan dipimpin oleh Wakil Kepala SMA Negeri 30 Jakarta  Drs. Suyono Kuslan untuk SMA Negeri XXX Filial kemudian, baru pada tahun 1978 keluar ijin “penunggalan” (baca: pemekaran) dari SMA XXX Filial Jakarta menjadi SMA Negeri 36 Jakarta.

Pada saat pertama kegiatan pendidikan dimulai tahun 1975 hanya baru terdapat dua ruang kelas. Selanjutnya pada tahun 1978, 1979 dan 1980 gedung SMA 36 Jakarta kemudian mengalami perluasan. Selama perluasan gedung, kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara memakai sarana gedung di lokasi sekitar yang berdekatan.  Pada tahun 1978 meminjam gedung SD tanah Koja, Jatinegara Kaum. Hingga pada tahun 1979 saat dimulai pembangunan gedung sekolah yang bertingkat, maka proses kegiatan pendidikan selama tahun 1979 hingga 1980 SMA Negeri 36 Jakarta menempati ruang gedung di lokasi tiga sekolah sekitar yaitu:

  1. Di ruang tempat semula SMA Negeri 36 Jakarta
  2. Di gedung SD Tanah Koja Jatinegara Kaum
  3. Di gedung SMA Negeri 36 yang baru dibangun di lantai 1 sebelah barat

Setelah pembangunan gedung lantai II SMA Negeri 36 selesai, baru kemudian pada tahun 1981 seluruh siswa dapat menempati ruangan baru, dan berikut pula peralatan/barang-barang dipindahkan ke gedung baru. Pada tahun 1983 pembangunan ruangan kelas lantai III dapat selesai seluruhnya.

Kemudian pada tahun 2004 SMA Negeri 36 Jakarta dilengkapi oleh sarana gedung baru yang peruntukkannya sebagai Gedung Menza oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Seiring perjalanan waktu selama kegiatan pendidikan hingga tahun 2006 gedung SMA Negeri 36 Jakarta kemudian diperbarui kembali. SMA Negeri 36 dibongkar dan dibangun kembali sampai selesai awal tahun 2007. Selama masa pembangunan gedung tersebut kegiatan pendidikan SMA Negeri 36 Jakarta meminjam lokasi gedung pendidikan sekolah sekitar yakni :

  1. SD Negeri 06 dan 011  Kelas Pagi, Komplek Perhubungan (tepatnya disamping Kelurahan Jati, Pulogadung).
  2. SD Negeri 07 dan 08 Kelas Pagi Jatinegara Kaum (tepatnya disamping
  3. SD Negeri 015 Kelas Pagi Jatinegara Kaum (tepatnya masuk gang disebelah komplek makam Jayakarta, Jatinegara Kaum).

Sejak awal Januari 2007 kemudian kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 36 Jakarta menempati gedung baru yang telah selesai dipugar sebagai status peminjaman dengan izin dari Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta. Berikutnya kemudian SMA Negeri 36 Jakarta baru dapat diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Dr. (HC). H. Sutiyoso dengan turut disaksikan oleh perwakilan dari DPRD Habib Husein Alaydrus (Anggota DPRD/Farksi Partai Demokrat) periode 2004-2009, Kepala Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta, Drs. H. Margani M. Mustar, M.Sc. beserta jajarannya, Kepala Sudin Dikmenti Kotamadya Jakarta Timur, Drs. Suharyanto beserta jajarannya yang dilingkungan pemerintah Kotamadya Jakarta Timur, pejabat dari Kecamatan Pulogadung, hingga Kelurahan Jati, Para Kepala Sekolah di wilayah Jakarta Timur, serta para tokoh masyarakat, hingga Komite, Guru, Karyawan, dan Siswa SMA Negeri 36 Jakarta pada 1 Agustus 2007.

SMA Negeri 36 Jakarta dengan gedung baru dimasa kepemimpinan Kepala Sekolah Drs. H. Mugni Hadi (2005 - 2008) terdiri atas tiga lantai dengan 25 ruang kelas, 1 Lab Komputer, 1 Lab Bahasa, 1 ruang Perpustakaan, 1 Lab Fisika, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang Wakil Kepala Sekolah, 1 ruang Guru, 1 ruang TU, 1 ruang UKS, 1 ruang OSIS, 1 ruang rumah tunggu, beserta ruang kantin sekolah. Pada Tahun 2008 s.d. 2010, SMA Negeri 36 dipimpin oleh Drs. H. Laily Saher telah melakukan program sekolah, termasuk diantaranya adalah giat dalam menekuni program pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah sebagaimana yang telah diamanatkan oleh UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan  UU Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan, serta Kebijakan Program Koordinasi UKS Antar Departemen (Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Kesehatan, Departemen Agama, dan Departemen Dalam Negeri)

Saat ini Kepala SMA Negeri 36 Jakarta yaitu Drs. Dapot Lumbanraja, melakukan perubahan secara cepat dan dinamis untuk peningkatan mutu sekolah, diantaranya pengadaan AC untuk kelas X dan akan direncanakan semua kelas ber-AC seiring perubahan tahun pelajaran, serta pengadaan Laboratorium Bahasa dari bantuan Sudin Dikmen Kota Administrasi Jakarta Timur. Disiplin kerja guru dan pegawai akan ditingkatkan secara perlahan sehingga pelayanan optimal dari sekolah terhadap peserta didik dan masyarakat bisa terlaksana

Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
SNMPTN

.

04/09/2020 00:19 - Oleh Administrator - Dilihat 347 kali
Visi Misi dan Tujuan

VISI   Unggul Dalam Prestasi Berdasarkan Imtaq, Iptek, Terampil Dan Mandiri   MISI   Menyelenggarakan pendidikan secara efektif siswa berkembang secara optimal Menyeleng

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 1387 kali